Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kemungkinan banjir bandang susulan karena hujan lebat masih berpotensi terjadi di Papua dalam dua hingga tingga hari ke depan.
“Dari sisi hujan lebatnya kami sudah memberikan kewaspadaan terutama bagi daerah-daerah yang dataran tinggi, terkait dengan longsoran dan banjir bagi daerah-daerah yang menjadi langganan,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko, Minggu (17/03).
Seperti diberitakan, hujan lebat yang terjadi di wilayah Papua menyebabkan banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di Sentani, Kabupaten Jayapura dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Puluhan warga lain luka-luka, sementara ribuan warga yang selamat kini berada di pengungsian.
Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tiga lokasi yang terdampak parah akibat terjangan banjir bandang ini adalah di sekitar bandara, perumahan Bintang Timur dan sekitar lapangan udara.
Sebagian besar wilayah yang terdampak hingga kini masih tertutup lumpur material banjir. Diperkirakan masih banyak korban yang terperangkap materi lumpur.
“Air masih mengalir cukup deras tapi perlu diwaspadai. Kita masih melakukan pencarian,” kata dia.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material lumpur dan kayu banjir bandang.
“Akses dalam kota sudah dibuka, tapi kita belum tahu akses di luar kota karena ada sejumlah jembatan putus,” cetusnya.
Adapun kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan.
Sementara itu, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.
Seperti diberitakan, akibat dari intensitas hujan yang menguyur Kabupaten Jayapura dan sekitarnya mulai dari sore hari, Sabtu (16/03) hingga pukul 23:30 Wit mengakibatkan Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo dan Sentani Kota, Kampung Yahim dan Kehiran. (INT)







































