Sosok Dolorosa Sinaga, seorang wanita pematung. Dilahirkan 31 Oktober 1953 di Sibolga, Sumatera Utara. Perhatiannya terhadap seni patung kelihatan setelah ia mengikuti pendidikan seni rupa (seni patung) di Institut Kesenian Jakarta.
Untuk mendalami seni tersebut ia meneruskan pendidikannya di St. Martins School of Art di London, Inggris. Kemudian ia menambah pengetahuan di Karnarija Lubliyana, Yugoslavia dan di Pieros Art Foundry Berkeley, Amerika Serikat.
Dalam menekuni seni patung, akhir-akhir ini, media patungnya beralih ke logam perunggu. Perjalanannya dalam menggeluti profesinya ini telah menelurkan karya-karya besar, diantaranya Gate of Harmony di Kuala lumpur, Malaysia dan The Crisis yang ia buat tahun 1998 bertengger di kota Hue, Vietnam.
Pekerjaan ini dilakukannya ketika ia mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia dalam Asean Squan Sculpture Symposium pada tahun 1987. Selain itu ia telah pula membuat monumen Semangat Angkatan 66 yang dipajang dibilangan Kuningan, Rasuna Said, Jakarta Selatan. Juga ia telah membuat elemen estetika untuk Bandar Kota Kemayoran.
Dolorosa adalah pendiri Somalaing Art Studion, yang ia dirikan dekat rumahnya di Pinang Ranti, Jakarta Timur, sejak tahun 1987.
Maestro patung Dolorosa Sinaga yang telah berkarya lebih dari empat dekade, berkolaborasi dengan Budi Santoso, pematung asal Yogyakarta sekaligus koleganya selama 24 tahun, dalam pameran seni rupa bertajuk “Patung dan Aktivisme: Dolorosa Sinaga & Budi Santoso”.
Menampilkan lebih dari 53 karya, Pameran ini akan berlangsung di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, dari tanggal 20 Juli hingga 19 Agustus 2024 akan menampilkan 53 karya, Pantauan Integritasonline banyak masyarakat dan tokoh nasional seperti Megawati Soekanoputri telah mengunjungi Pameran tersebut. (IRS)








































