Menggunakan Platform Kredit Online? Pastikan Sudah Terdaftar di OJK

0
321
Hati-hati Menggunakan Platform Kredit Online

Saat ini peran financial technology(fintech) bisa memudahkan gaya hidup seseorang. Dayatarik berupa promo seringkali mengundang seseorang membeli barang-barang yang diinginkan

Katakanlah Anda ingin memiliki gadget atau benda-benda elektronik lainnya. Saat tidak memiliki kartu kredit atau uang cash, platform kredit online dapat dijadikan andalan.

Sayang, banyak platform fintech ilegal yang menjadi celah untuk melakukan tindak kriminal penipuan dimana mereka mengajukan pinjaman dengan menggunakan data orang lain.

Waspadai, kasus itu dapat dideteksi oleh sistem, seperti
Cashwagon. Rupanya sistem yang terdiri dari AI, machine learning dan big
data itu menemukan banyak aplikasi mencurigakan untuk menipu seseorang.

CEO PT Kas Wagon Indonesia Asri Anjarsari mengatakan, kasus
seperti itu jelas berbahaya bagi seseorang. Salah satu dampaknya bisa
mengganggu reputasi seseorang.

“Biar terjaga, kami bekerja sama dengan polisi kejahatan dunia maya untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech,” ujarnya.

Biasanya, jelas Asri, pelaku penipuan mencoba untuk mengajukan
pinjaman ke pemberi pinjaman, menggunakan dokumen orang sungguhan yang
bukan milik penipu. Sindikat penipu ini melakukan pinjaman dari berbagai
perangkat dengan lokasi geografis yang berbeda-beda.

Sementara itu, berdasarkan jejak digital yang diperoleh,
identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka bisa langsung diketahui.
Untuk mendeteksinya, ada kerja sama dengan polisi cybercrime Indonesia.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
Tulus Abadi menjelaskan tica cara mencegah diri dari penipuan kredit
online yang saat ini marak terjadi. Ada banyak hal yang mesti diingat
sebelum menggunakan platform tersebut.

“Paling penting platform-nya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisa dicek di website langsung daftar-daftarnya,” kata Tulus. (INT)

Leave a Reply