Penyu Mati di Pulau Pari, Diduga Akibat Sampah Plastik

0
372
Penyu yang sudah membusuk diduga mati akibat sampah plastik

Seekor penyu ditemukan mati mengambang di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Diperlihatkan kondisi badan penyu sudah mulai membusuk. Diduga mati akibat sampah plastik dan tumpahan minyak yang mencemari laut pada Selasa siang, 26/11/18.

“Memang benar pada 27 November 2018 ditemukan tiga penyu mati. Tapi kondisinya sudah membusuk, jadi tidak dievakuasi ke darat. Sudah tertutup lendir, di mulutnya sudah ada plastik begitu juga dengan sela-sela kaki depannya,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Ida Harwati di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Ida menjelaskan, kematian penyu jenis sisik itu belum bisa dipastikan karena tidak dilakukan pembedahan. Namun pihaknya yakin penyu mati akibat sampah plastik dan tumpahan minyak yang berada di sekelilingnya.

Menurut Ida, pihaknya tidak pernah menerima laporan penyu mati dari Januari hingga November 2018. “Kami baru dapat infonya baru Selasa ini, mungkin matinya dari kemarin karena saat ditemukan kondisinya sudah membusuk, dua hari mungkin,” kata dia.

Namun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman membantah penyu mati akibat sampah plastik. Ia mengatakan itu hanya penyu yang hanyut di laut dan ditemukan di sekitar laut yang banyak sampah plastik. Sebelumnya sampah plastik, minyak dan enceng gondok mencemari Pantai Pari Kepulauan Seribu.

Sementara itu meski sudah dilakukan aksi pembersihan secara besar-besaran di pesisir pantai utara Jakarta, namun sampah masih terlihat. Selasa siang, tumpukan sampah masih ditemukan di Pantai Marunda Cilincing Jakarta Utara. Dua gundukan sampah ini terbengkalai di bibir pantai Marunda Jakarta Utara. Gundukan sampah yang berasal dari laut ini belum juga diangkut oleh petugas sejak April 2018 lalu. Keberadaan gundukan sampah ini menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu keindahan pantai. Sampah plastik dan rumah tangga ini mengganggu nelayan dalam beraktivitas menjaring ikan. Pertengahan April lalu Pemkot Jakarta Utara melakukan aksi pembersihan besar-besaran di lokasi ini, namun gundukan sampah yang sudah dikumpulkan tak kunjung diangkut, dan kebiasaan buruk masyarakat daerah Cilincing Jakarta Utara membuat pantai kembali dipenuhi sampah. (INT)