Polda Metro Ringkus Perampok Bank Di Depok 3 Tewas

0
20
Polda Metro Ringkus Perampok Bank Di Depok 3 Tewas

Polda Metro Jaya menangkap sindikat perampokan nasabah bank yang sempat viral di Kota Depok, Jawa Barat. Dari 12 pelaku yang ditangkap, 3 orang tewas tertembak karena melakukan perlawanan.

“Setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan dan kita berhasil menangkap pelaku yang berjumlah 12 orang. Ketika dalam penangkapan, mereka mempersenjatai dengan senpi. Kami kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur kepada 3 pelaku, jadi dari 12 orang 3 meninggal dunia,” kata Nana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Aksi sindikat tersebut terjadi di Bojongsari, Depok, pada Selasa (5/5) siang. Pada saat itu, sopir si nasabah bank dan pelaku sempat tarik-tarikan tas di tengah jalan.

Para pelaku ditangkap tim Subdit Resmod Ditreskrimum polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen, AKP Herman Simbolon, AKP Eko Baramula, Ipda Adin Rifa’i dan Iptu Muhidin. Proses penangkapan para pelaku dilakukan selama dua hari, 13-14 Juni di daerah Depok, Tangerang, hingga Bogor.

Nana menambahkan, hingga kini pihaknya juga masih melacak 3 pelaku lainnya dengan inisial A, AM, dan H, yang kini masih berstatus buron.

“Kami perlu sampaikan, terkait sindikat nasabah bank ini kami masih mencari 3 DPO yang sedang kami terus lacak keberadaannya. Sedangkan sisanya yang meninggal dunia 3 orang yaitu BS, RR, AMT,” ujar Nana.

“Mereka meninggal dunia karena melawan saat pengembangan dan penangkapan. Di antara mereka, 1 orang pelaku atas nama DF merupakan residivis yang udah biasa keluar-masuk penjara,” sambung Nana.

Sembilan tersangka lainnya, yang berinisial WA (24), YBS (22), DF (24), DD (26), DD (21), H (24), T (34), E (48), dan S (29), kini sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

Namun Nana memastikan residivis tersebut bukan merupakan bagian dari napi asimilasi yang dibebaskan pemerintah.

Polisi juga berhasil menyita beberapa barang bukti dari tangan pelaku. Antara lain 3 pucuk senjata api jenis revolver rakitan, 8 butir peluru, 1 buah gergaji, 2 kikir, 6 buah karet ban yang sudah dimodifikasi ditempeli paku, serta 1 buah kawat payung yang dimodifikasi.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenai hukuman dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No 12 Tahun 1951. Adapun ancaman hukumannya adalah pidana penjara minimal 7 tahun dan maksimal 20 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan nasabah bank terjadi di Bojongsari, Depok, pada Selasa, 5 Mei 2020 siang. Saat itu mobil yang ditumpangi nasabah bank sedang berhenti di pinggir jalan.

Modus pelaku adalah dengan memecahkan kaca mobil. Saat itulah, salah satu pelaku mengambil tas berisi uang Rp 80 juta dan kemudian melarikan diri.

Namun aksi pelaku itu diketahui sopir nasabah bank tersebut. Sang sopir kemudian berlari mengejar pelaku hingga terjadi tarik-menarik tas di tengah jalan.Uang pun berserakan di tengah jalan. Para pelaku yang semakin terhimpit akhirnya melarikan diri. (IRS)

Leave a Reply