Rapor Ekonomi Jokowi-JK

0
340
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno (kanan) saat memantau proyek pembangunan Tol.

Empat tahun sudah pasangan Jokowi – JK
menjalankan roda pemerintahan. Mereka dinilai telah berhasil membangun
infrastruktur strategis, mengurangi kemiskinan, melakukan terobosan dan
kemudahan berusaha serta mengendalikan laju inflasi.

Namun berbagai rintangan pun datang silih
berganti membayangi perekonomian tanah air. Gejolak eksternal datang dari
pulihnya ekonomi Amerika, pengetatan moneter dan terjadinya perang dagang,
terdepresiasinya nilai tukar rupiah juga menjadi tantangan berat bagi rakyat
Indonesia.

Sementara dari dalam negeri, lesunya daya beli ditambah kebijakan pengetatan turut menghantui laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga pekerjaan rumah harus dilakukan untuk mencapai tujuan nawacita, membawa Indonesia ke masa-masa penuh ketidakpastian. Di sisa setahun masa pemerintahannya di periode ini, apa yang seharusnya dilakukan pemerintahan Jokowi – JK untuk memaksimalkan perekonomian bangsa?

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan
ekonomi Indonesia tumbuh dari angka 5,02% menjadi 5,17% selama empat tahun
pemerintahan Jokowi – JK di semester pertama 2018. Lalu di tahun 2017, Indonesia
masuk dalam negara-negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) 1 triliun
dolar, dan Indeks Daya Saing Indonesia memang meningkat dari tahun 2017
menduduki urutan 47 dan di tahun 2018 menduduki peringkat 45 dari 140 negara.

Lalu terkait dengan tingkat kemiskinan, per
Maret 2018 berada di atas 9,682 %, namun kevalidan data ini juga masih menjadi
perbincangan apakah memang sudah menjadi ukuran kesejahteraan.

Namun jumlah angkatan kerja dari tahun ke
tahun makin terus meningkat, yaitu menyentuh angka 126 juta. Lalu Indeks
Pertumbuhan Manusia, Indonesia ada di peringkat 87. Memang lebih rendah dari
Filipina, tapi masih lebih baik dibanding negara-negara seperti Kamboja,
Myanmar dan India.

Lalu apa saja yang masih bisa dilakukan Jokowi
dalam satu tahun yang tersisa ini?

Membangun negara itu tidak bisa sepotong-potong,
ada sebuah proses yang tidak akan pernah terhenti dan tidak akan pernah tercapai.
Ibarat menaiki sebuah mistar, makin lama makin naik tetapi keinginan akan
meningkat akan kesejahteraan.

Ada beberapa masalah ekonomi di Indonesia yang
cukup klasik yaitu keterbatasan infrastruktur dan perizinan berbelit-belit,
akibatnya bila ingin membangun pertumbuhan ekonomi sehat, menjadi sulit
tercapai. Di empat tahun pertama, kita sudah punya modal infrastruktur yang
cukup baik, kemudian perizinan online, namun tantangan ke depan adalah
bagaimana Indonesia bersikap diantara perang dagang dan tentang ketahanan
nasional.  Ini yang menjadi PR terbesar
bagi pemerintahan Jokowi – JK di sisa satu tahun masa pemerintahannya.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan pencapaian ekonomi Indonesia dalam dua tahun terakhir sudah cukup baik. Antara lain inflasi cukup rendah, bisa bertahan 2 – 3 persen. Kalau inflasi bisa terjaga dengan baik dalam satu tahun ke depan, itu bisa membantu perekonomian bangsa. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen, itu sudah cukup baik dalam kondisi Indonesia seperti ini. Ia juga menilai infrastruktur kedepannya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi indonesia. Tapi target angka 5,5 % itu masih cukup berat untuk dicapai, ditambah dengan isu-isu ekstrenal yag sulit diprediksi. (INT)

Leave a Reply