Teror

0
620
Benda diduga bom ditemukan di rumah Ketua KPK

Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo dan Laode M Syarief, diteror orang tak dikenal. Rumah Laode dilempari bom molotov, sedangkan di rumah Agus ditemukan benda mirip bom.

Mungkin tidak ada hubungannya, yang jelas peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari, 9 Januari 2019, atau beberapa hari setelah KPK memberlakukan penggunaan borgol bagi para tahanan kasus korupsi.

Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras. Peristiwa itu terjadi di  dekat rumahnya, selepas subuh. Penyerangan terhadap Novel diduga berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani KPK. Hingga kini motifnya tidak diketahui lantaran para pelakunya belum tertangkap.

Maka, selain kasus Novel Baswedan, mereka yang antikorupsi kini juga berharap kepolisian sesegera mungkin dapat menangkap pelaku teror terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief sekaligus  mengungkap terang benderang motifnya.

Kini, siapa pun yang menginginkan negeri ini terbebas dari korupsi, patut memberi dukungan kepada pimpinan KPK untuk terus menyikat habis para pelaku tindak pidana korupsi. Itulah sikap yang ditunjukkan oleh Novel Baswedan.

Lepas dari hal itu, jikapun memang teror terhadap Agus Rahardjo dan Laode M Syarief (juga terhadap Novel Baswedan) bertujuan politik, para pelakunya, sekalipun melakukan teror dengan bom seperti halnya teroris, mereka tidak disebut teroris.