Timnas Kalah di Piala AFF, Rangkap Jabatan Edy Kembali Dipermasalahkan

0
337
Edy Rahmayadi enggan menanggapi nada-nada sumbang yang ditujukan kepadanya.

Ada kejadian unik di sela-sela pertandingan Indonesia melawan Filipina pada Minggu, 25/11/18, dimana yel-yel suporter di tribun selatan berisi yel-yel yang menyinggung Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. “Wartawan Harus Baik”, demikian isi yel-yel tersebut. Beberapa kali juga suporter meneriakkan,”Edy Out!”.

Yel-yel itu merupakan bentuk sindiran akibat dari pernyataan Edy beberapa waktu lalu yang menyatakan wartawan harus baik, karena ketika wartawan baik maka timnas nya baik.

Suporter yang geram dengan hasil pertandingan timnas Indonesia yang gagal pada piala AFF kerap merasa geram dengan kinerja PSSI. Kegagalam timnas hanya salah satu permasalahan dalam dunia sepakbola Indonesia. Mulai dari hilangnya nyawa suporter, dugaan adanya mafia dalam aturan skor, jadwal yang kacau dan adanya rangkap jabatan Ketua Umum PSSI. Sementara pelatih timnas Bima Sakti memiliki pendapat sendiri tentang peran wartawan selama timnas berkiprah di AFF 2018. “ Wartawan luar biasa, terima kasih atas kritikan sampai rambut saya putih, tapi saya ikhlas. Saya yakin mereka hanya rindu pada prestasi timnas,” ujar Bima.

Menteri Olahraga Imam Nahrowi juga sempat menyindir pernyataan Ketua Umum PSSI kepada media saat ditanya tentang timnas dengan gaya bercanda. Imam Nahrowi meminta Ketua Umum PSSI segera mengevaluasi tentang timnas Indonesia dan internal federasi. “Wartawan harus baiklah, saya rasa AFF lah perlu dievaluasi,” ujar Imam.

Namun Edy Rahmayadi yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara enggan menanggapi nada-nada sumbang yang ditujukan kepadanya. “Saya sedang capek,” merupakan jawaban yang sering diberikannya pada wartawan.

Bahkan pekan lalu Edy Rahmayadi juga menjadi sorotan ketika sebuah media asing Fox Sport Asia memuat artikel tentang lima alasan kenapa Edy harus mundur dari Ketua Umum PSSI. Rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara disebut sebagai faktor kuncinya. Karena tak sedikit pihak yang menilai aktivitas Edy membangun PSSI menjadi terhambat akibat pekerjaannya sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Selain itu, Fox juga menyoroti tentang kebijakan PSSI yang mengadakan Liga 1 saat Piala AFF 2018 berlangsung. Sampai saat ini, prestasi timnas belum pernah terlihat cemerlang. Hubungan Edy dengan suporter juga disorot setelah sebelumnya viral adegan Edy menampar suporter PSMS Medan. Ia membantah itu bukanlah penamparan.

Pada bulan September lalu, ketika meninggalnya suporter Persija, Haringga Sela, Edy juga menjadi orang yang paling banyak dicari. Edy dianggap sebagai orang paling berdosa atas kejadian tersebut. Dalam program Mata Najwa pada September lalu, Edy mengatakan siap mundur sebagai Ketua Umum PSSI, jika ia tidak becus menjalankan pekerjaannya. Hal ini menanggapi adanya petisi yang ditandatangani 60 ribu orang yang meminta Edy mundur sebagai Ketua Umum PSSI. Edy pun membantah rangkap jabatan itu mengganggu fungsi dan tugasnya sebagai Ketum PSSI. Justru sebaliknya, alasan itu membuatnya ingin mempertahankan jabatannya di PSSI hingga kini. “Yang saya takutkan dari 60 ribu ini, mungkin menginginkan jabatan Ketum PSSI, jadi ini saya harus lindungi jabatan ini sampai 2020. Karena ini amanah,” ujar Edy.

Hingga Senin sore, tagar Edyout masih menjadi kata kunci lini populer di lini masa Twitter. (INT)