Urusan Kerja Dominasi Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

0
34
Para calon penumpang di bandara yang terlihat masih didominasi warga yang ke luar kota untuk urusan pekerjaan.

Situasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terlihat lengang memasuki sepekan masa operasi sejak dibuka karena kebijakan pemerintah RI untuk pelonggaran moda transportasi di tengah pandemi virus corona pada Kamis (7/5) lalu.

Berdasarkan pantauan, Rabu (13/5) sejak sekitar pukul 08.00 hingga 12.00 siang, situasi bandara di Cengkareng, Tangerang masih terlihat lengang walau sudah dua terminal beroperasi: 2 dan 3. Para calon penumpang di bandara yang terlihat masih didominasi warga yang ke luar kota dengan dalih urusan pekerjaan. Hanya beberapa dari yang ditemui, mengaku bepergian karena urusan darurat, seperti anggota keluarga yang sakit atau meninggal dunia. Selain itu, di antara yang berada di bandara itu terdapat pula penumpang yang tengah transit dalam penerbangan antardaerah.

Ahmad Yusuf (29) misalnya. Ditemui di terminal 3 Bandara Soetta, ia mengaku sudah lebih 24 jam transit dalam perjalanannya dari Maluku ke Bandar Lampung.

Bersama seorang rekannya, Yusuf mengaku terbang ke Lampung karena diutus perusahaannya yang bergerak di bidang teknik sipil.

“Pindah tugas,” kata dia. Lain lagi dengan Ade (30). Warga Ciledug, Jakarta Selatan itu mengaku akan terbang ke Padang Pariaman karena ibunya meninggal dunia.

Ade akan pergi dengan satu anaknya yang berusia enam tahun. Sedangkan, suaminya ia tinggal di rumah sendiri. Dia belum memastikan bakal sampai kapan berada di kampung halamannya itu.

“Ini ada kemalangan aja pulang. Belum tahu, nunggu 40 hari mungkin [di sana],” tutur dia.

Untuk kepergiannya itu, Ade harus memenuhi sejumlah syarat. Ade mengaku telah dinyatakan lolos di proses pemeriksaan Posko Covid-19 Terminal 2 Bandara Soetta.

Sejumlah syarat atau berkas yang dipenuhi Ade itu antara lain: surat bebas Covid-19 dan pengantar dari kelurahan.

Untuk mendapatkan surat bebas Covid-19, dia mendapatkannya lewat rapid test di rumah sakit swasta di Ciledug. Ade mengaku merogoh kocek hingga Rp1 juta buat rapid test dia dan anaknya.

Sedangkan untuk surat pengantar ia mendapatkannya dari RT setempat. Ade mengaku tak mendapat kesusahan untuk memenuhi berkas tersebut.

“Ngurus berkas kemaren langsung keluar,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari pengelola bandara Soekarno Hatta, Angkasa Pura II, per Senin (11/5), atau hari kelima masa operasi bandara Soetta, terpantau belum ada lonjakan signifikan dari jumlah penumpang.

Jika dirata-rata, jumlah penumpang per hari di Bandara Soetta, hanya berkisar 2.000 sampai 2.500 orang. Jumlah tersebut masih didominasi oleh penerbangan domestik. Sedangkan untuk jumlah penerbangan, hingga hari yang sama, jumlahnya hanya sekitar 877 penerbangan, baik domestik maupun internasional. (INT)

Leave a Reply