Ace Hasan : Anak-Anak Dibatasi Penggunaan Gawai atau Gadget

0
69

Kasus meninggal siswinya smp diperkosa beramai telah menibulkan kekhawatiran para orang tua atas efek dari pengunaan dawai.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menilai perilaku empat pelajar SMP dan SMA di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang membunuh dan memperkosa siswa SMP merupakan tindakan biadab. Ace meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus ini.

“Saya meminta agar penegak hukum harus mengusut tindakan kekerasan yang berakibat pada meninggalnya seorang anak SMP yang masih di bawah umur. Tindakan ini merupakan tindakan yang biadab yang tak pantas dilakukan oleh anak-anak,” kata Ace kepada wartawan, Kamis (5/9/2024).

“Sesuai dengan UU Perlindungan Anak, para pelakunya tetap harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku dengan dibawa ke dalam peradilan anak,” sambungnya.

Ace juga meminta orang tua mengawasi dengan ketat anak-anaknya. Dia mengatakan salah satunya membatasi penggunaan gawai atau gadget seperti handphone (HP) untuk mencegah anak mengakses pornografi hingga memicu niat melakukan kekerasan seksual.

“Saya kira upaya pencegahan harus dilakukan dengan memastikan adanya pemicu bagi terjadinya kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Para orang tua dan pihak sekolah harus dapat mengendalikan penggunaan gadget yang dipegang anak-anak dalam hal konten pornografi yang menjadi pemicu bagi kekerasan seksual itu,” tutur Ace

Sementara itu Polrestabes Palembang telah menetapkan 4 pelajar sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial AA (13).

Korban disekap dan dirudapaksa secara bergantian hingga tewas. Jasadnya ditemukan di TPU Talang Kerikil, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (1/9/2024) lalu. Siswa SMA berinisial IS (16) menjadi tersangka utama dalam kasus ini. IS kesal lantaran cintanya ditolak sehingga mengajak tiga pelajar SMP merudapaksa korban yakni MZ (13), NS (12) dan AS (12). (IRS)