Blibli Siap Melantai di Bursa Saham

0
3

Platform e-commerce Blibli atau PT Global Digital Niaga dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan.

Sebelumnya, di sektor tekno lebih dulu listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bukalapak dengan kode emiten BUKA awal bulan ini. Sementara itu, raksasa ride healing GoTo juga dikabarkan berencana mencatatkan sahamnya tahun depan. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo mengatakan, saat ini sektor tekno bobotnya secara keseluruhan masih kecil, di kisaran 5 persen. Namun, sektor tekno sejak tahun 2020 lagi hype, karena peralihan dari konvensional ke digital.

Namun BEI menyatakan belum menerima rencana IPO tersebut secara langsung dari pihak Blibli. Demikian diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna. “Terkait dengan rencana IPO Blibli, kami belum menerima informasi secara langsung dari perseroan,” katanya kepada wartawan seperti ditulis Sabtu (28/8/2021).

Meski begitu, ia mengatakan BEI menyambut baik jika aksi korporasi itu benar-benar dilakukan. BEI, kata Nyoman, siap untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Blibli. “Tentunya kami menyambut baik rencana IPO tersebut dan siap berdiskusi dengan para owner, founder, dan jajaran manajemen perseroan,” jelasnya.

Menurut Analis Panin Sekuritas William Hartanto, secara keseluruhan tren saham tekno masih uptrend. Namun demikian, kesan yang diberikan saham BUKA sejak IPO beberapa waktu lalu, membuat beberapa pelaku pasar rtidak terlalu euphoria. “Secara keseluruhan trend saham-saham tech company masih naik dan minat terhadap saham-saham tech company menurut saya masih tinggi. Tapi kesan yang diberikan saham BUKA sejak IPO mungkin sudah mengubah beberapa pelaku pasar untuk tidak terlalu ikut euphoria,” kata William.

Menurut dia, saat ini strategi pelaku pasar dalam mengincar cuan dari saham-saham IPO akan berubah, dan lebih fokus membeli melalui e-IPO dan kemudian menjualnya setelah listing. Ini karena investor khawatir jika membeli saham setelah listing berpotensi saham akan sulit dijual kembali. “Jadi maksud saya, IPO ini akan tetap laku, tapi strategi pelaku pasar dalam mengincar profit dari saham-saham IPO akan berubah, perkiraan saya, mereka akan lebih fokus membeli lewat e-IPO dan menjual setelah listing, bukan lagi mengejar setelah listing dengan risiko nyangkut,” jelas dia.

 

 

Leave a Reply