Kasus Pengaturan Skor, PSSI Tidak Peka dan Mengerti Hukum

0
432
Liga Indonesia diwarnai kasus pengaturan skor?

Pro kotra PSSI tidak mengandeng pihak kepolisian dalam mengusut Pratik pengaturan skor di liga Indonesia menurai kritik tajam.

Pemerhati sepokbola yang juga berprofesi sebagai advokat/pengacara Husen Pelu, SH menyayangkan sikap PSSI yang tidak peka dan tidak memahami hukum.

“PSSI tidak terbuka dan seakan-akan PSSI itu milik mereka dan bisa berbuat apa saja dengan berlindung dibalik otonom organisasi mereka, padahal masalah hukum tidak yang kebal dengan itu” Ujar Husen pelu kepada integritas, di kawasan SCBD Jakarta, Jumat (30/11/2018)

Husen pelu menanmbahkan kalau sudah ada pengakuan dan adanya bukti-bukti saling berkaitan mengenai pengaturan skor, seharusnya PSSI menyerahkan kepada polisi karena menyangkut sesame pengurus dan jaringan PSSI sendiri yang bermasalah, karena kasus ini bukan yang pertama kali sudah sering mencuat dan tidak pernah tuntas, karena tidak ada kemauan.

Malah sekarang diserahkan kepada lembaga lain seperti Genius Sport untuk melakukan Investigasi, kita tidak tahu apa itu Genius Sport yang jelas mereka itu asing bagi kita, masa kita percayakan persoalan kita sama orang asing apalagi ini masalah hukum.

“Masa kita serahkan urusan rumah tangga(sepakbola) kita sama orang asing” Ujarnya

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan sejauh ini Genius Sport sedang melakukan investigasi terhadap pertandingan yang dicurigai mengandung pengaturan skor. Genius Sport tersebut membantu PSSI melakukan penyelidikan.

“Genius Sport adalah salah satu, seperti sport radar merupakan salah satu partner di FIFA untuk bisa mengidentifikasi pertandingan-pertandingan yang anomali kemudian mengirimkan data-datanya ke kami. Itu sedang berjalan sejak awal tahun ini dari mulai penyelenggaraan liga tertinggi sampai terendah,” ujar Tisha dalam acara diskusi PSSI Pers bertajuk Citra Negatif Sepakbola Nasional di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

“Laporan mereka kirimkan secara live, dan apabila ada pertandingan yang perlu diinvestigasi lebih lanjut, PSSI akan menindaklanjuti lebih lanjut. Proses ini bersifat rahasia karena ini adalah investigasi. Kalau ini bersifat terbuka, kami tidak bisa nangkap. Untuk hal-hal yang udah merebak atau ketika investigasi ditemukan hal-hal yang mencurigakan, muncul laporan yang ada dari investigasi, kami laporkan ke Komdis, prosedur organisasi sudah diatur di pasal 72 Komite Disiplin. Komite Disiplin akan melakukan pemanggilan, pencarian fakta lebih lanjut dan berujung pada keputusan,” Tisha menambahkan.

“Jadi posisinya di situ, kami sangat memerangi hal demikian. Bahkan sebelum ini semua jadi pembicaraan, kami sudah mealokasikan dana besar bisa berpartner dengan Genius Sport dan juga bersama-sama dengan AFC untuk set up partnership ini. Sejak 2017 lalu.

Pengaturan skor mencuat setelah muncul pengakuan dari Manajer Madura FC, Januar Herwanto, yang mengaku mendapatkan tawaran pengaturan skor dari anggota Komite Eksekutif PSSI Hidayat. Laga tersebut terjadi di Liga 2 saat Madura FC akan melawan PSS Sleman.

Sebelumnya, aroma pengaturan skor juga terlihat di laga antara Aceh United dengan PS Mojokerto Putra. Salah satu pemain PSMP, Krisna Adi, melakukan penalti yang tidak wajar. (INT)