Soekarno Inginkan Palangka Raya Ibu Kota Negara

0
297
Palangka Raya Ibukota

Presiden Joko Widodo merencanakan pemindahan ibu kota negara. Wacana ini nantinya akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke DPR selaku lembaga legislatif.

“Kita konsultasi ke DPR, tokoh formal, politik, tokoh masyarakat, karena ini menyangkut sebuah visi ke depan kita dalam membangun suatu ibu kota pemerintahan yang representatif ke depan,” kata Jokowi di PT KMK Global Sports I, Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (30/4/2019).

“Nanti semua, baik kajian hukum, kajian sosial, politik, semuanya kalau udah matang nanti diputuskan, tapi ini tetap harus dikonsultasikan ke DPR,” imbuhnya.

Jokowi menyebutkan, DKI Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus, yakni sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik serta pusat bisnis. Dia mempertanyakan kemampuan kota ini di masa depan untuk memikul beban tersebut.

Jokowi juga menceritakan bahwa wacana pemindahan ibu kota sudah ada sejak Presiden Sukarno menjadi kepala negara. Bahkan, dalam setiap kepemimpinan yang baru selalu dibahas, namun tidak pernah diputuskan dan direncanakan dengan matang. Ujar Jokowi.


Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan Presiden Jokowi sudah memutuskan memindahkan ibu kota Indonesia ke luar Pulau Jawa. Bambang menjelaskan hasil kajian Bappenas menyimpulkan ada tiga kriteria pemindahan ibu kota.

Pertama, tetap di DKI Jakarta dengan membangun khusus kantor pemerintahan di seputar Monas. Kedua, memindahkan ibu kota ke daerah pinggiran Jakarta dengan radius jarak sekitar 60 kilometer. Ketiga, memindahkan ke luar Pulau Jawa.

pemindahan ibu kota negara sudah ada sejak lama. Bahkan wacana itu sudah dipertimbangkan sejak Presiden pertama Indonesia Sukarno. Soekarno ingin Ibukota di Palangkaraya. (INT)