ISC : Rakyat Tidak Butuh Wakil Bermasalah, DPR Harus Bersih dari Oknum

0
50

Wacana mengenai etika dan integritas wakil rakyat kembali mencuat setelah muncul berbagai sorotan publik terhadap perilaku sejumlah anggota DPR. Banyak pihak menilai, seorang anggota dewan semestinya memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk mengundurkan diri bila merasa tidak pantas lagi menduduki kursi legislatif.

Mundurnya Rahayu Sarawati dari anggota DPR RI membuktikan ternyata masih ada kader-kader muda yang memiliki prisip dan rasa malu, kalau merasa sudah tidak pas dan membuat kesalahan lebih baik mundur daripada mencoreng lembaga dan partainya itu sendiri.

Direktur Eksekutif Integritas Studies Centre (ISC), Hendrik A Sinaga, SH,MH menegaskan bahwa kursi DPR adalah amanah rakyat yang tidak boleh disalahgunakan. “Kalau seorang anggota DPR merasa tidak mampu bekerja, terjerat kasus hukum, atau bahkan kehilangan kepercayaan dari masyarakat, sebaiknya mundur. Itu langkah terhormat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus jalan terbaik untuk menjaga kehormatan lembaga legislatif. “DPR harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar berkomitmen, bukan yang mencari jabatan atau fasilitas semata,” tambah Hendrik yang juga aktif sebagai Advokat.

Hendrik menambahkan rendahnya kesadaran mundur dari jabatan politik menjadi masalah klasik di Indonesia. “Banyak yang lebih memilih bertahan meski jelas-jelas sudah kehilangan legitimasi. Padahal, dengan mundur secara sukarela, itu akan memberi teladan baik dan meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Gelombang kritik masyarakat terhadap gaya hidup mewah, absensi rapat, hingga keterlibatan sejumlah anggota DPR dalam kasus hukum, memperkuat desakan agar mekanisme evaluasi kinerja dan moral wakil rakyat diperketat.

“Anggota DPR bukan hanya wakil partai, tapi juga wajah rakyat di parlemen. Kalau sudah tidak pantas, jangan menunggu diminta atau dipaksa, segera mundur,” pungkas Hendrik.

Bagi anggota DPR yang merasa sudah tidak pas dan kehilangan legitimasinya lebih baik mundur karena akan terus menjadi gunjingan masyarakat. (IR)