Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat angka penjualan mobil melonjak dalam tiga bulan terakhir. Angka ini hampir mencapai angka normal penjualan mobil pada saat sebelum pandemi. Kenaikan ini didorong oleh insentif berupa pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 100 persen untuk mobil.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sejak Januari – Mei 2021, tercatat 320.749 unit. Angka itu naik 29,2% dibanding Januari –Mei 2020.
Sementara data penjualan retail (dari dealer ke konsumen) pada Januari – Mei 2021 tercatat sebanyak 322.670 unit. Angka retail sales mobil baru naik 23,8% dibanding Januari – Mei 2020.
Kebijakan pajak mobil baru 0 persen direncanakan akan diperpanjang sampai Agustus 2021. Perpanjangan ini diusulkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan disetujui oleh Menteri keuangan Sri Mulyani Indarwati.
Agus menjelaskan, pemerintah terus berupaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan menjalankan berbagai kebijakan strategis. Salah satu upayanya melalui pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor.
Sejak 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan kebijakan pajak mobil baru 0 persen. Program ini dimulai untuk mobil penumpang 1.500cc dengan kandungan lokal tertentu.
Skemanya, per tiga bulan diberlakukan perubahan potongan pajak, yakni Maret-Mei diskon 100 persen, Juli-Agustus 50 persen, dan Oktober-Desember 25 persen. Saat ini, skema tersebut diubah. Diskon pajak mobil hingga 100 persen diperpanjang sampai Agustus 2021.
“Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi,” jelas Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).
“Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” lanjut dia.











































